Senin, 27 Oktober 2008

menunggu

Tak henti kumenunggu Mu
Sang buaian hati di segara jiwaKu
Rupamu yang menyongsong ragaKu
Telah mengubah sgala dukaku yang perih
Menjadi manis bagaikan madu terbaik

Hadirmu berikan aku kesejukan
Wajahmu yang ayu dan rupawan
Adalah pengobat dan pelipur laraKu
Waktu dan keadaan yang mempertemukan
Memberikanku jawaban akan pencarian

Kuhentikan langkah tuk mencari
Karena kutlah temukan sang bidadari
Yang kucari selama ini penuh harap
Hilang dari kesepian yang membara
Kini tergantikan oleh api cinta dariMu

Meskipun kau kini telah pergi
Tapi kuharap waktu itu kembali terulang
Agar kesingkatan itu lama kurasa denganMu
Kata cinta yang kuucapkan untukMu
Kini membekas jadi kenangan yang syahdu
Kadang teteskan air mataKu ini

Namun penantian ini takkan terhenti
Hanya dikau dan bersamamu
Ukiran di batu penjuru cinta kita
Akan menjadi nyata kembali di peraduannya
Dan biarkanlah semua tau
Kuhanya menantimu hingga kuberanjak dari dunia
Meski harap tak kunjung datang